Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketua Aswaja Center Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Misbahul Munir Kholil menjelaskan enam rahasia Allah SWT kepada manusia dalam kitab Nashoihul ‘Ibad.

Pertama, Allah merahasiakan ridlo Nya di dalam ta’atnya. Ta’at dan ibadah yang diterima di sisi Allah SWT, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Adapun tujuannya adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah.

“Tidak pilih-pilih dalam beribadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Ibadah yang sedikit maupun ibadah yang banyak. Sedekah yang sedikit maupun sedekah yang banyak. Semua itu kita lakukan,” kata Kiai Misbah dalam video yang ditayangkan Youtube NU Channel, Jum’at (07/5/21).

Dahulu ada seorang ulama yang bernama Imam Abu Hamid Al Ghazali (Imam Ghazali). Beliau pernah menyampaikan di dalam kitab Nashoihul ‘Ibad. Ketika beliau wafat, ada seorang ulama menceritakan, “ya Imam, bagaimana engkau di dalam kubur mu?, apakah Allah SWT merahmati mu?”, lalu Imam Ghazali menjawab, “iya saya dirahmati oleh Allah SWT,” “dengan apa ya imam, dengan amal apa yang menyebabkan engkau di rahmati oleh Allah SWT?” tanya laki-laki, Imam Ghazali menjawab “saya dirahmati oleh Allah SWT sebab amalan kecil, perbuatan yang dianggap remeh, yaitu sebab seekor lalat”.

Kemudian, Imam Ghazali menceritakan pada waktu itu ia sedang menulis, lalu ada lalat hinggap di tinta itu, kemudian saya membiarkan lalat itu minum sampai kenyang, karena saya mempunyai keyakinan atas hadis kanjeng Nabi Muhammad SAW, sayangilah makhluk yang ada di bumi, maka yang di langit akan sayang kepada kamu.

Peristiwa itu saya anggap peristiwa yang remeh. Namun, dengan hal yang dianggap remeh itu, “Saya dirahmati oleh Allah SWT,” kata Imam Ghazali yang diceritakan Kiai Misbah

“Oleh karena itu, mari kita lakukan kebaikan sekecil apapun. Ada kulit pisang dijalan, lalu kita ambil. Ada paku dijalan, lalu kita ambil. Ada keran di masjid terbuka, lalu kita tutup. Barangkali hal yang kecil ini, bisa jadi penyebab kita mendapat ridho Allah SWT dan dimasukan ke surganya Allah SWT,” pesan Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Al Qur’an (PIQ) Al Misbah, Jakarta.

Kemudian, perihal yang kedua, yaitu Allah merahasiakan murkanya. Maksiat dan dosa yang telah kita lakukan, penyebab kita mendapat murka dari Allah SWT dan dimasukan ke nerakanya Allah SWT, hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

“Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita berbuat maksiat dan jangan meremehkan atas dosa kecil, karena itu sangat bahaya. Karena tidak ada sejarahnya orang terpelanting oleh sebab gunung, melainkan banyak orang terpelanting, tergelincir oleh sebab kerikil,” ujar Kiai Misbah.

Kiai Misbah menceritakan pada zaman kanjeng Nabi Muhammad SAW ada seorang perempuan, yang di lingkungan tetangganya perempuan itu dikenal orang yang baik. Tetapi Rasulullah SAW menyampaikan di saat perempuan itu meninggal dunia, bahwa perempuan itu masuk neraka, oleh sebab kucing.

Dia mempunyai kucing, kucing itu dikurung dan tidak dikasih makan, kemudian kelaparan dan mati. “Jangan kita meremehkan maksiat sekecil apapun, yang menyebabkan kita masuk ke nerakanya Allah SWT,” pesan Kiai yang juga Wakil Ketua LD PBNU ini.

Perihal yang ketiga, yaitu Allah merahasiakan malam lailatul qodr di bulan Ramadhan. Tidak ada yang mengetahui malam lailatul qodr itu, yang jelas malam lailatul qodr mempunyai keutamaan yang luar biasa.

Allah SWT berfirman yang artinya, sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ?, Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan, Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Dari ayat tersebut, jelas Kiai Misbah bahwa malam lailatu qodr itu malam yang mulia, malaikat turun ke bumi dengan memberi selamat kepada umat Rasulullah SAW, malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, seribu bulan itu sekitaran 84 tahun 3 bulan. Sangat jarang umat Nabi Muhammad SAW mencapai umur sekian.

“Jadi kalau kita melakukan kebaikan bertepatan dengan malam lailatul qodr, sama saja kita melakukan kebaikan selama seribu bulan. Kalau anda bersedekah seratus sampai satu juta rupiah di malam lailatul qodr, kebaikan itu lebih dari pada seribulan itu. Ini merupakan keberkahan dari Allah SWT yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW dengan dilipat gandakan suatu hal kebaikan, termasuk malam lailatul qodr,” jelas beliau.

Di dalam kitab Dzurrotunnasyi’in bahwa Nabi Musa ingin sekali menjadi umat Nabi Muhammad SAW, karena sangat berkahnya umat Nabi Muhammad SAW. Malam lailatul qodr tidak ada yang mengetahuinya dengan tujuan adalah agar kita mengisi bulan Ramadhan ini dengan ibadah kepada Allah SWT.

“Oleh karena itu mari kita isi di bulan Ramadhan ini dengan sedekah, membaca Al Qur’an, bertahajud. Di malam lailatul qodr jangan sampai kosong untuk beribadah dan perbanyak doa allahumma innaka ‘afuwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna. yang utama dari pada malam lailatul qodr adalah di atas tanggal 20 Ramadhan, khususnya di tanggal-tanggal yang ganjil,” jelas Kiai Misbah.

Perihal yang keempat yaitu, Allah merahasiakan kekasihNya di tengah-tengah manusia. Tujuanya adalah agar manusia saling menghormati, menghargai, mendoakan satu sama lain dan tidak meremehkan orang lain. Jangan sekali-kali kita merasa benar, sombong dan menyalahkan orang lain, karena sejatinya manusia itu disebut baik, apabila diterima oleh Allah SWT. Jadilah kamu sebaik-baiknya manusia di sisi Allah SWT.

Kiai Misbah berpesan agar manusia beribadah dengan ikhlas dan istiqomah. Sedangkan apabila bertemu orang lain, jadilah engkau menurut dirimu orang yang paling banyak dosa (tawadlu).

Dari pengertian ini, Kiai Misbah menjelaskan bahwa kita harus berbuat baik dan mempunyai sikap tawadlu’. Misalkan bertemu anak kecil, anggaplah dia orang yang lebih baik, karena anak kecil dosanya sedikit. Bertemu orang tua, anggaplah dia orang baik, karena beribadahnya lebih banyak. Bertemu orang bodoh, anggaplah ia lebih baik. Bertemu kiai, anggaplah ia orang baik, karena kiai lebih banyak ilmunya. Kepada orang non muslim pun harus berbuat baik.

“Barang siapa yang rendah hati, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Oleh karena itu, mari kita berikhtiar untuk berbuat baik dengan rendah hati (tawadhu),” tutur Kiai Misbah.

Kemudian, beliau menjelaskan perihal yang kelima, yaitu Allah SWT merahasiakan mati di dalam umur. Tidak ada yang mengetahui kapan dan di mana kecuali Allah SWT yang mengetahui hal tersebut.

“Tujuannya adalah agar kita berhati-hati, jangan sampai kita berbuat maksiat,” tuturnya.

Terakhir, yaitu sholat tengah-tengah di antara sholat-sholat yang wajib. Fadilah sholat wustho ini sangat luar biasa, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tujuannya adalah agar kita memperhatikan shalat-shalat yang ada dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Karena sholat merupakan barometer, yang pertama kali ditanyakan di akhirat nanti adalah sholat. Kalau sholat kita baik, akan diterima dengan baik. Jika shalatnya tidak baik, maka akan bermasalah nantinya.” jelas Kiai Misbah.

sumber : https://dakwahnu.id/kiai-misbah-sampaikan-enam-rahasia-allah-kepada-umat-manusia/

Leave a comment