Tarjih dalam Tafsir: Menimbang Klaim Objektivitas Penafsiran
Ringkas: Tarjih dalam tafsir adalah metode untuk menguatkan satu pendapat di antara beberapa penafsiran yang berbeda. Namun, pembahasan ini mengingatkan bahwa proses tarjih tidak selalu sepenuhnya netral, karena mufasir membawa perangkat ilmu, sudut pandang, dan pilihan metodologis masing-masing. Dalam kajian tafsir Al-Qur’an, perbedaan pendapat di kalangan mufasir adalah hal yang wajar. Ada ayat yang memungkinkan lebih dari satu penjelasan, baik dari sisi bahasa, konteks, riwayat, maupun pendekatan keilmuan yang digunakan. Karena itu, lahirlah konsep tarjīḥ , yaitu upaya menguatkan salah satu pendapat yang dinilai lebih kuat dibanding pendapat lainnya. Secara sederhana, tarjih membantu pembaca memahami mengapa seorang mufasir memilih satu makna tertentu, bukan sekadar menyebut banyak pendapat tanpa arah. Meski demikian, pembahasan tentang tarjih tidak berhenti pada soal “mana yang lebih kuat”. Artikel ini menyoroti satu hal penting: klaim objektivitas dalam tarjih sering kali tampak...













